windi_photos
Senin, 07 November 2011
Sabtu, 05 November 2011
perempuan
Perempuan adalah penolong, ketika nabi adam sendirian di bumi.
Maka, dengan kebaikan, tuhan mengambil satu dari tulang rusuk nabi adam, dan dijadikan nya manusia penolong nabi adam.
Dinamakan perempuan.
Bagaimana bila perempuan bertutur kata dan mencurahkan isi hati nya, pasti akan di menghasilkan cerita luar biasa yang dapat kita baca dan dari bacaannya kita paham akan perempuan.
Bagaimana perempuan bercerita soal cita dan cinta nya, adalah bagian dari proses penuturan yang perlu kita pahami dan simak. Akan tampak jelas bagaimana perempuan berjuang.
Gerakan menulis dalam dunia internet semakin banyak, internet dan semakin luar biasa.
Kemudahan akses internet pun di kota sudah tidak asing lagi, banyak menjadi jendela baru bagi siapapun yang ingin bersuara dan mencurahkan isi hati nya, melalui tulisan nya di media. Sungguh menjadi suka cita tersendiri melalui dunia internet kita bisa menuangkan isi hati terutama untuk perempuan menuangkan isi hati nya sebagai sebuah inspirasi
Maka, dengan kebaikan, tuhan mengambil satu dari tulang rusuk nabi adam, dan dijadikan nya manusia penolong nabi adam.
Dinamakan perempuan.
Bagaimana bila perempuan bertutur kata dan mencurahkan isi hati nya, pasti akan di menghasilkan cerita luar biasa yang dapat kita baca dan dari bacaannya kita paham akan perempuan.
Bagaimana perempuan bercerita soal cita dan cinta nya, adalah bagian dari proses penuturan yang perlu kita pahami dan simak. Akan tampak jelas bagaimana perempuan berjuang.
Gerakan menulis dalam dunia internet semakin banyak, internet dan semakin luar biasa.
Kemudahan akses internet pun di kota sudah tidak asing lagi, banyak menjadi jendela baru bagi siapapun yang ingin bersuara dan mencurahkan isi hati nya, melalui tulisan nya di media. Sungguh menjadi suka cita tersendiri melalui dunia internet kita bisa menuangkan isi hati terutama untuk perempuan menuangkan isi hati nya sebagai sebuah inspirasi
Kamis, 03 November 2011
karena mu
Alangkah indah harapan yang ku bayangkan padamu,
alangkah manis budi bahasamu, demikian mempesona seolah-olah rangkaian bunga-bunga yang harum semerbak baunya.
Siang dan malam aku kini berurai air mata, menanggung rindu dan terkapar dalam badai kekecewaan.
Sampai hatiku engkau biar kan beku terkapar.
Aku yang selalu menyangka bahwa kau mencintaiku,
karena aku begitu mencintaimu dan dalam anggapanku kaulah satu-satunya pria yang buat ku bahagia, ternyata itu salah.
alangkah manis budi bahasamu, demikian mempesona seolah-olah rangkaian bunga-bunga yang harum semerbak baunya.
Siang dan malam aku kini berurai air mata, menanggung rindu dan terkapar dalam badai kekecewaan.
Sampai hatiku engkau biar kan beku terkapar.
Aku yang selalu menyangka bahwa kau mencintaiku,
karena aku begitu mencintaimu dan dalam anggapanku kaulah satu-satunya pria yang buat ku bahagia, ternyata itu salah.
kurasakan, kutuliskan
dorongan halus dari lubuk hatiku, memaksaku untuk menuliskan kisahku.
Suatu suara lembut yang membisik dari dasar kalbuku menyuruhku untuk menyatakan apa yang terasa dan bergejolak dalam perasaanku.
Dengan demikian kutulis kisah ku ini, sebagai curahan isi hatiku dengan sebebas bebasnya sehingga yang terpendam dalam hati dapat tercurah dan melimpah ruah.
Bukankah telah berulang kali ku katakan kepadamu, bahwa aku "mencintaimu".
Cinta dengan sepenuh hati, keinginan ku untuk bahagia bersama mu di sisiku.
Ku berharap kau menjadi raja di kehidupan ku, telah terbayang diruang mataku.
Alangkah bahagia mendayung bersama arus kehidupan.
Tapi akhir-akhir ini telah timbul tanda tanya dalam hatiku, suatu teka teki yang selalu menggerogoti pikiran ku, tidak salahkah aku memilihmu untuk hidupku? Benarkah pilihanku? Tepatkah engkau kucintai ? Tepatkah engkau menjadi raja di kehidupan ku ? Pertanyaan itu yang menyelusup ke dalam relung hati, mengapa pertanyaan itu timbul?
Tiada lain, karena kau memberi tanda kecurigaan, ialah budi pekertimu yang pada hakekat nya kurang pantas untuk dicintai.
Dan kurasakan pula keacuhan mu belakangan ini, perhatian mu yang memudar, sikap acuh tak acuh mu yang hadir dalam kehidupan ku. Perhatian mu lebih tertuju pada orang lain, seakan-akan orang lain lebih menarik.
Itulah tanda cintamu yang mulai memudar, maka jelaslah aku telah melakukan kekeliruan karena mencintai mu, maka lebih baik ku pergi dari kehidupan mu.
Namun aku mengambil keputusan ini ingin mendengar tanggapan tentang pertanyaanku selama ini.
Suatu suara lembut yang membisik dari dasar kalbuku menyuruhku untuk menyatakan apa yang terasa dan bergejolak dalam perasaanku.
Dengan demikian kutulis kisah ku ini, sebagai curahan isi hatiku dengan sebebas bebasnya sehingga yang terpendam dalam hati dapat tercurah dan melimpah ruah.
Bukankah telah berulang kali ku katakan kepadamu, bahwa aku "mencintaimu".
Cinta dengan sepenuh hati, keinginan ku untuk bahagia bersama mu di sisiku.
Ku berharap kau menjadi raja di kehidupan ku, telah terbayang diruang mataku.
Alangkah bahagia mendayung bersama arus kehidupan.
Tapi akhir-akhir ini telah timbul tanda tanya dalam hatiku, suatu teka teki yang selalu menggerogoti pikiran ku, tidak salahkah aku memilihmu untuk hidupku? Benarkah pilihanku? Tepatkah engkau kucintai ? Tepatkah engkau menjadi raja di kehidupan ku ? Pertanyaan itu yang menyelusup ke dalam relung hati, mengapa pertanyaan itu timbul?
Tiada lain, karena kau memberi tanda kecurigaan, ialah budi pekertimu yang pada hakekat nya kurang pantas untuk dicintai.
Dan kurasakan pula keacuhan mu belakangan ini, perhatian mu yang memudar, sikap acuh tak acuh mu yang hadir dalam kehidupan ku. Perhatian mu lebih tertuju pada orang lain, seakan-akan orang lain lebih menarik.
Itulah tanda cintamu yang mulai memudar, maka jelaslah aku telah melakukan kekeliruan karena mencintai mu, maka lebih baik ku pergi dari kehidupan mu.
Namun aku mengambil keputusan ini ingin mendengar tanggapan tentang pertanyaanku selama ini.
Langganan:
Postingan (Atom)










