dorongan halus dari lubuk hatiku, memaksaku untuk menuliskan kisahku.
Suatu suara lembut yang membisik dari dasar kalbuku menyuruhku untuk menyatakan apa yang terasa dan bergejolak dalam perasaanku.
Dengan demikian kutulis kisah ku ini, sebagai curahan isi hatiku dengan sebebas bebasnya sehingga yang terpendam dalam hati dapat tercurah dan melimpah ruah.
Bukankah telah berulang kali ku katakan kepadamu, bahwa aku "mencintaimu".
Cinta dengan sepenuh hati, keinginan ku untuk bahagia bersama mu di sisiku.
Ku berharap kau menjadi raja di kehidupan ku, telah terbayang diruang mataku.
Alangkah bahagia mendayung bersama arus kehidupan.
Tapi akhir-akhir ini telah timbul tanda tanya dalam hatiku, suatu teka teki yang selalu menggerogoti pikiran ku, tidak salahkah aku memilihmu untuk hidupku? Benarkah pilihanku? Tepatkah engkau kucintai ? Tepatkah engkau menjadi raja di kehidupan ku ? Pertanyaan itu yang menyelusup ke dalam relung hati, mengapa pertanyaan itu timbul?
Tiada lain, karena kau memberi tanda kecurigaan, ialah budi pekertimu yang pada hakekat nya kurang pantas untuk dicintai.
Dan kurasakan pula keacuhan mu belakangan ini, perhatian mu yang memudar, sikap acuh tak acuh mu yang hadir dalam kehidupan ku. Perhatian mu lebih tertuju pada orang lain, seakan-akan orang lain lebih menarik.
Itulah tanda cintamu yang mulai memudar, maka jelaslah aku telah melakukan kekeliruan karena mencintai mu, maka lebih baik ku pergi dari kehidupan mu.
Namun aku mengambil keputusan ini ingin mendengar tanggapan tentang pertanyaanku selama ini.
Suatu suara lembut yang membisik dari dasar kalbuku menyuruhku untuk menyatakan apa yang terasa dan bergejolak dalam perasaanku.
Dengan demikian kutulis kisah ku ini, sebagai curahan isi hatiku dengan sebebas bebasnya sehingga yang terpendam dalam hati dapat tercurah dan melimpah ruah.
Bukankah telah berulang kali ku katakan kepadamu, bahwa aku "mencintaimu".
Cinta dengan sepenuh hati, keinginan ku untuk bahagia bersama mu di sisiku.
Ku berharap kau menjadi raja di kehidupan ku, telah terbayang diruang mataku.
Alangkah bahagia mendayung bersama arus kehidupan.
Tapi akhir-akhir ini telah timbul tanda tanya dalam hatiku, suatu teka teki yang selalu menggerogoti pikiran ku, tidak salahkah aku memilihmu untuk hidupku? Benarkah pilihanku? Tepatkah engkau kucintai ? Tepatkah engkau menjadi raja di kehidupan ku ? Pertanyaan itu yang menyelusup ke dalam relung hati, mengapa pertanyaan itu timbul?
Tiada lain, karena kau memberi tanda kecurigaan, ialah budi pekertimu yang pada hakekat nya kurang pantas untuk dicintai.
Dan kurasakan pula keacuhan mu belakangan ini, perhatian mu yang memudar, sikap acuh tak acuh mu yang hadir dalam kehidupan ku. Perhatian mu lebih tertuju pada orang lain, seakan-akan orang lain lebih menarik.
Itulah tanda cintamu yang mulai memudar, maka jelaslah aku telah melakukan kekeliruan karena mencintai mu, maka lebih baik ku pergi dari kehidupan mu.
Namun aku mengambil keputusan ini ingin mendengar tanggapan tentang pertanyaanku selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar